Wednesday, March 9, 2011

GUNDUL PRINGIS ....

Gundul pringis ….. itu sebutan untuku ketika aku masih kecil.  Sebutan itu di berikan karena kepalaku pada saat itu gundul dan aku suka meringis,  atau sumeh dalam bahasa jawa.  Aku selalu meringis di setiap kesempatan.  Dan kebiasaan dari kecil itu terbawa sampai sekarang.  Temen-temenku selalu mengingat ku sebagai smiling Eddy atau Eddy senyum, dan setiap orang yang aku kenal selalu teringat dengan senyumanku …..he he he he  narciss abiiisss …..

Sebenernya aku tidak pernah merasa tersenyum, cuma mungkin karena sudah menjadi karakter mukaku seperti ini, jadi setiap ada gerakan di otot mukaku terlihat seperti senyum. …..he he he  membela diri.

Sering aku mendapatkan kemudahan dalam berurusan dengan orang dengan smiling faceku,  sering juga aku mendapatkan perlakuan yang tidak adil karena muka senyumku.  Orang-orang sering menganggap aku lemah, nggak serius dan selanjutnya sering  meremehkan & melecehkanku, bukan hanya di pergaulan tapi juga di dunia kerjaku. 

Bahkan aku pernah di omel-omeli orang gara-gara smiling face ku.  Suatu saat aku jalan-jalan di Mall, tiba tiba ada seseorang menghampiri dan menawariku untuk menjadi bintang iklan.  Aku sedikit GR saat itu dan aku pikir dia sekedar iseng dan bercanda saja, tapi dia ternyata serius, bahkan dia segera membuat schedule casting/audition untuku.  Sesuai schedule aku pun datang ke tempat yang telah dia sebutkan.  Akupun di beri selembar script yang harus segera aku hafal.  Setelah itu di depan beberapa orang aku mulai acting di depan camera, dan aku pun mulai acting dan cut.  “Mas ini peran serius, jadi mohon jangan tersenyum ya  ! “ kata sutradaranya.  Dan kita mulai lagi dan cut “ Mas maaf seperti saya bilang tadi, jangan pakai senyum ok !!! “  Kali ini dengan nada yang lebih tinggi.  Dan untuk yang selanjutnya aku putuskan untuk menghentikanya.  Aku nggak mau memaksakan diri dengan kemampuan actingku. Batal deh jadi bintang Iklan.

Pengalaman yang berikutnya terjadi saat aku mendapat panggilan interview di suatu perusahaan besar.  Aku bener-bener berharap untuk bisa di terima.   Saat itu aku di interview oleh Regional HR Director untuk Asia Pacific, Di Phuket - Thailand.  Interview pun di mulai, aku menjawab semua pertanyaan yang  diajukan dengan percaya diri, sampai pada suatu saat dengan nada tinggi dia bertanya  “Why you keep smiling ? “  atau kasarnya  “lo kenapa sih cengar – cengir melulu ? “, terang aja aku jadi gelagapan, dan kesempatan pun melayang.

Belajar dari pengalaman, aku mulai deh belajar memanage senyumku atau bahasa kerenya Smile Management ehm … Belajar untuk bermuka lebih serius, dan menghilangkan kesan senyum di wajahku.  Terutama pada saat interview, acara-acara formal atau pada saat briefing atau meeting. Tapi ternyata nggak mudah ya untuk memiliki wajah sedikit galak,  tanpa kusadari aku masih sering menunjukan ekspresi senyum.  Yah gimana sih emang sudah dari sononya begini….

Saat aku bekerja di salah satu hotel di Luang Prabang – Laos,  aku kedatangan tamu yang ingin melihat lihat kamar dan fasilitas dari hotel tempat kerjaku (Side Inspection).  Dan akupun menyambut kedatangan tamu tersebut, yang ternyata adalah orang yang pernah menginterview aku di Phuket - Thailand.  Tanpa memberitahukan ke dia, aku antar dia dan rombonganya melihat lihat fasiltas hotel tempatku bekerja.  Yang lebih menggembirakan, dia kelihatan kagum dan memuji-muji konsep dari hotel tempat kerjaku.  Dan aku cuma senyam –senyum saja mendengar pujian dari dia.  Dan pada saat suasana lebih santai, kita tukar-menukar kartu nama, baru aku katakana ke dia  kalau dia pernah menginterview aku, dia pun kaget dan sedikit malu saat aku ceritakan kejadianya.  Dan pada saat aku antar ke Lobby, dia berbisik “Give me a call if you need a new job !!! “ 

No comments:

Post a Comment